Pada dasarnya, aku tercipta menjadi pribadi yang suka bertanya.
Dari kecil Bapak suka ngeledekin aku : "Asale nopo..?" (kenapa?) sebelum aku sempat mengucapkan kalimat tadi (karena memang sebenernya aku mau ngomong gitu). --"
Aku juga ngga tau "kenapa" kepalaku selalu dipenuhi oleh kata "kenapa" ? --"
Ada kalanya itu baik,
aku jadi suka mencari sebab dari sesuatu,
kenapa ada siang dan malam?
kenapa aku ada dan diciptakan?
kenapa ada hujan?
dan seterusnya..
Tapi ada kalanya aku terganggu dengan "kenapa" yang menyesakkan corteks prefrontalku,
mendesak limbik systemku (lebay pooool) yang ujung2nya bikin galau (galau maning galau maning... dasar ababil! cewek galauan! hahaha..)
Seandainya aku tau dimana posisi saklar "kenapa"-ku itu, sekarang pasti aku turn off-kan dulu..
fieuh..
Ada pepatah bilang : don't stop questioning.
Hmm, tadinya aku setuju banget soalnya dengan "memunculkan" suatu pertanyaan di pikiran kita, kita jadi berusaha mencari tahu jawabannya. Tapi sekarang tingkat kesetujuanku menyusut jadi 98% (haiaaah 2% doang! haha)
2% aku ga setuju krn ternyata ada kalanya kita memangHARUS berhenti untuk merasa penasaran biar batin dan pikiran jadi nggak lelah.. Dan membiarkan Allah memberitahu kita suatu saat, ada apa dibalik suatu hal tanpa kita mencari tahu sendiri jawaban dari "kenapa" "kenapa" dan "kenapa" yang muncul di pikiran kita.
haha abstrak banget tulisanku kali ini..
#abaikan #nggakpenting
:)
0 comments:
Poskan Komentar