kali ini saya akan membicarakan tentang teori mekanisme pertahanan-nya Mbah Freud. hoho
Tau kan mbah Freud? itu loooh si mbah jagonya psikologi yang udah terkenal se dunia raya. hehe..
Pernahkah temen2 ngerasa :
- Duh, seandainyaa ini nggak pernah terjadi..
- Duh, gimana si cara lupainnya..
- Ah, nyibukkin diri aja ah biar ga keinget terus, biar ga galau..
Nah nah nahh.. hehe..
Sebenernya mekanisme pertahanan psikis kita terhadap stressor itu macem2 bangett.. salah duanya tuh : SUPRESI dan REGRESI
Apa bedanya?
ini nih bedanya (aku kutip dari :
Represi
Represi didefinisikan sebagai upaya individu untuk menyingkirkan frustrasi, konflik batin, mimpi buruk, krisis keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan. Bila represi terjadi, hal-hal yang mencemaskan itu tidak akan memasuki kesadaran walaupun masih tetap ada pengaruhnya terhadap perilaku. Jenis-jenis amnesia tertentu dapat dipandang sebagai bukti akan adanya represi. Tetapi represi juga dapat terjadi dalam situasi yang tidak terlalu menekan. Bahwa individu merepresikan mimpinya, karena mereka membuat keinginan tidak sadar yang menimbulkan kecemasan dalam dirinya. Sudah menjadi umum banyak individu pada dasarnya menekankan aspek positif dari kehidupannya. Beberapa bukti, misalnya:- individu cenderung untuk tidak berlama-lama untuk mengenali sesuatu yang tidak menyenangkan, dibandingkan dengan hal-hal yang menyenangkan,
- berusaha sedapat mungkin untuk tidak melihat gambar kejadian yang menyesakkan dada,
- lebih sering mengkomunikasikan berita baik daripada berita buruk,
- lebih mudah mengingat hal-hal positif daripada yang negatif,
Supresi
Supresi merupakan suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar impuls-impuls dan dorongan-dorongan yang ada tetap terjaga (mungkin dengan cara menahan perasaan itu secara pribadi tetapi mengingkarinya secara umum). Individu sewaktu-waktu mengesampingkan ingatan-ingatan yang menyakitkan agar dapat menitik beratkan kepada tugas, ia sadar akan pikiran-pikiran yang ditindas (supresi) tetapi umumnya tidak menyadari akan dorongan-dorongan atau ingatan yang ditekan (represi)Hayooo hayooo... inget2,, pernahkah kalian mengalaminya? hehe..
NB: sepertinya saya supresi >.<
0 comments:
Poskan Komentar